Tuesday, August 17, 2010

Barang kali hanya ini yang kita rindukan….,

0leh: Andry Khusnul Ichsan
Pagi itu 3 Juli 2010, sinar mentari menembus kisi-kisi jendela kamarku….,

Dengan mata mengerjap setengah sadar, ku pandangi jam tanganku dan…., wuuiiikk ternyata udah pukul 7 kurang 15 menit. Pada hal tubuh ini masih serasa melayang-layang, kayaknya rohku masih belum sepenuhnya masuk ke dalam raga ini. Biasalah Early Morning Syndrom. Hari ini rencananya mau birdwatching bareng temen-temen seperjuangan. Segera ku bergegas packing. Seperti biasa, ku tenteng pusaka turun-temurun Si Jadul Olympus kaliber 8x42 dan tentunya tak ketinggalan senjata ampuh kesayanganku Nikon P90, kamera SemiPro ber-moncong panjang dilengkapi 12,1 Megapixels dan 24x Optical Zoom, hmmm.…, rasanya aman jika mereka berada di sisiku. Karena selama ini mereka berdua lah yang selalu setia menemaniku kapan dan dimana saja aku melakukan birdwatching.

Tak selang lama, setelah semuanya beres, saya pun langsung berangkat, tentu saja tanpa ritual bilas badanlaaah… Karena konon katanya, burung akan sangat peka dengan bau wangi sabun mandi atau parfum yang menempel di tubuh kita. Jadi biarlah bau badan ini menyatu dengan alam. Karena filosofinya: di sanalah kelak kita akan kembali, benar bukan?! Dari tanah dan akan kembali ke tanah.

Pengamatan kali ini difokuskan di Pulau Serangan. Daerah selatan Bali yang merupakan hasil dari reklamasi pantai. Hanya butuh waktu kurang lebih 30 menit dari pusat kota untuk mencapai pulau tersebut. Memang tidak tersedia sarana transportasi umum untuk mencapai tempat ini. Semuanya harus ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi baik motor atau pun mobil. Tapi jangan khawatir kawan, akses masuk ke daerah ini sangat mudah koq, paling-paling kita hanya membayar retribusi sebesar seribu rupiah untuk bisa memasuki daerah Serangan.

Bagi kami Serangan adalah suarganya burung air. Jika kawan-kawan ingin mengamati burung air di Bali, saya sarankan inilah tempat yang cocok. Dijamin 100% anda akan berada pada titik klimaks kepuasan tiada tara (huahahahaha.....mrgreen).

Sesampainya ditempat kita janjian, ehh…, ternyata malah saya yang duluan nyampek. Terus yang laen mana??? Mungkin masih molor gara-gara begadang nonton pertandingan WorldCup Brazil VS Belanda dini hari tadi. Skor akhir 2-1 untuk Belanda. Kali ini Tim Orange sedang berkibar. Gol Snijder mebuat tim Samba bungkam seribu bahasa. Yaahh.., selamat bertemu dengan Spanyol di Final. Singkat cerita akhirnya ku putuskan untuk meneruskan perjalananku menembus belantara Serangan, kali ini lebih dalam lagi….

Ku parkir sepeda motorku, setapak demi setapak, pelan-pelan ku jejakkan kaki di tanah lembek bekas guyuran hujan tadi malam. Tak selang lama, saya pun disambut dengan lengkingan suara Dara Laut kecil (Sterna albifrons) yang terbang seolah memamerkan tarian selamat datang (kayak pejabat aja pake disambut dengan tarian selamat datang. jadi ga’ enak nich, hehehehe…). Perlahan ku lanyangkan pandangku di hamparan padang yang luas ini. Ku lihat di sana berjajar rapi mulai dari Gagang bayam Timur (Himantopus leucocephalus), Itik Benjut (Anas gibberifrons), Kuntul Kecil (Egretta garzetta), Kuntul Perak (Egretta intermedia), Blekok Sawah (Ardeola speciosa) dan masih banyak lagi yang laennya. Mereka membentuk koloni-koloni kecil. Spontan saja…, perasaan takjup mengalir deras bersama butiran hemoglobin dalam darahku. Bersirkulasi, silih berganti, saling berpacu berdesakkan masuk ke serambi dan bilik jantung ini. Sampai-sampai pembuluh vena dan arteriku sesak oleh keberadaan mereka. Satu helaan napas panjang saya hembuskan bersama ucap syukur yang tak terkira. Mereka masih aman saat ini…., pikirku. Karena kalo mengingat isu santer tentang rencana pembangunan Hotel Apung ditempat ini, hati saya serasa ngilu…. Rasanya ga habis pikir, kemana mata dan otak para developer goblok itu sampai tidak tahu hal sepele seperti ini. ‘Mbangun sana-‘mbangun sini, ga’ ada habisnya. Ga’ tau apa kalo tempat ini surganya para burung?! Atau jangan-jangan, dulu saat pembagian otak di khayangan mereka pada absen yaa?? Kasihan benerrrr….

Tiba-tiba kuterbangun dari liar alam khayalku, ku dengar bunyi sepeda motor berhenti. Ternyata A’Deni baru datang, lalu disusul ama mas Udhyn sekeluarga, mas Huda sekeluarga dan terakhir mas Fatur sekeluarga. Hahaaa…., sekarang lengkap sudah personilnya. It’s the great time to Birdwatching bro!!!

Pasang mata elang, pelan-mengendap, bidik kanan-bidik kiri, waspada pergerakkan dari atas dan di bawah. Walupun banyak duri dan taek sapi, kami tak peduli. Terus mengamati indahnya mereka di habitat liarnya. Terik matahari pun kian menyengat kulit kami. Ribuan peluh merembes dari pori-pori. Saat itu saya lihat matahari berada tepat di atas kepala kami. Dan tak terasa pula lembar demi lembar catatan kami telah terisi penuh. Puluhan daftar burung telah ter-record sudah.

Burung-burung tersebut antara lain seperti :

  1. Gagang bayam Timur (Himantopus leucocephalus)
  2. Itik Benjut (Anas gebberifrons)
  3. Kuntul Kecil (Egretta garzetta)
  4. Kuntul Perak (Egretta intermedia)
  5. Blekok Sawah (Ardeola speciosa)
  6. Pecuk Padi Belang (Phalacrocorax melanoleucos)
  7. Cikalang Christmas (Fregata andrewsi)
  8. Gemak Loreng (Turnix susciator)
  9. Kareo Padi (Amaurornis phoenicurus)
  10. Cerek Tilil (Charadrius alexandrines)
  11. Gajahan Pengala (Numenius phaeopus)
  12. Trinil Pembalik Batu (Arenaria interpres)
  13. Kedidi Leher Merah (Calidris ruficollis)
  14. Kedidi Putih (Calidris alba)
  15. Dara Laut Sayap Putih (Chlidonias leucopterus)
  16. Dara Laut Kecil (Sterna albifrons)
  17. Punai Gading (Treron vernans)
  18. Tekukur Biasa (Streptopelia chinensis)
  19. Perkutut Loreng (Geopelia maugei)
  20. Raja Udang Biru (Alcedo coerulescens)
  21. Cekakak Sungai (Todirhampus chloris)
  22. Kirik-kirik Laut (Merops philippinus)
  23. Layang-layang Rumah (Delichon dasypus)
  24. Merbah Cerucuk (Pycnonotus goiavier)
  25. Cucak Kutilang (Pynonotus aurigaster)
  26. Srigunting Kelabu (Dicrurus macrocercus)
  27. Remetuk Laut (Gerygone sulphurea)
  28. Cinenen Jawa (Orthotomus sepium)
  29. Prenjak Jawa (Prinia familiaris)
  30. Kipasan Belang (Riphidura javanica)
  31. Bentet Loreng (Lonius tigrinus)
  32. Kerak Kerbau (Achridotheres tristis)
  33. Burung Madu Sriganti (Nectarinia jugularis)
  34. Bondol Peking (Lonchura punctulata)
  35. Bondol Haji (Lonchura maja)
  36. Gajahan Timur (Numenius madagascarensis)
  37. Wili-wili Besar (Burhinus giganteus)

Dari sekian species yang teramati, saya sangat terkesan dengan keberadaan Perkutut Loreng (Geopelia maugei). Species ini menarik untuk dibahas karena sebenarnya burung ini hanya terdapat di wilayah Wallacea alias tersebar di daerah Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara. Tapi entah mengapa burung ini bisa nyasar ke pulau Serangan yang notabene bukan merupakan bagian dari wilayah Wallacea. Saat pengamatan kemarin kita menemukan kurang lebih empat ekor Perkutut loreng yang berada di sekitaran Pura. Beberapa analisa pun bermunculan dari kepala saya tentang keberadaan Perkutut Loreng di Pulau Serangan. Kemungkinan besar burung ini merupakan burung lepasan dari peliharaan masyarakat sekitar. Atau barang kali burung ini berhasil bermigrasi melewati beberapa pulau hingga sampai ke tempat ini dan akhirnya mereka berkembang biak di sini. Tapi kemungkinan ke 2 rasanya sangat kecil terjadi karena Perkutut bukan merupakan jenis burung migran. Yaaahhh jika memang analisa kita meleset berarti hanya satu kalimat yang bias menjawab semua pernyataan itu: “hu Allahhu a’lam”…., hanya Allah-lah yang tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi. Hehehehe….

Mendung mulai bergalayut di langit Bali membawa semilir angin yang menghembuskan kesegaran setelah terik mentari memanggang kulit kami. Sebelum kami beranjak pulang, ku hirup dalam-dalam udara itu sekali lagi. Karena barang kali hanya ini yang kita rindukan…, melihat kalian hidup bebas di bumi ini.

Sampai jumpa lagi kawan….


the next generation.......

3 comments:

  1. ini dia keluarga pengamat burung

    ReplyDelete
  2. hehehehee...., akhirnya mas Asman mampir juga ke burungkecil. iyo mas..., liburan keluarga sekalian pengamatan. biar ke-2 nya bisa berjalan seimbang dan saling beriringan. leres nopo mboten mas??

    salam Andry X-san

    ReplyDelete
  3. foto yg dipajang iku mbok ya yg bagus ta? masak ada yg bugil? sensor dong? awas kena uu Pornografi

    ReplyDelete