Monday, October 25, 2010

BALI RAPTOR WATCH 2010 part II

Oleh: Andry X-san

Monitoring raptor migran di gunung Sega memasuki minggu ke dua masih mencatat hasil yang mencengangkan. Selama rentang waktu 6 hari pengamatan (sejak tgl 18-23 Oktober 2010), tercatat sebanyak 9.066 raptor migran yang melintas di kawasan ini (data tersaji dalam diagram lingkaran red.). Terdapat kenaikan signifikan terhadap jumlah raptor migran yang melintas bila dibandingkan dengan pengamatan minggu sebelumnya (tgl 12-17 Oktber 2010) yang hanya berjumlah 5.273. Dari jumlah tersebut pencatatan terbanyak terjadi dalam rentang waktu antara pkl. 11.00-12.00 Wita (data tersaji dalam diagram batang red.). Hal ini lebih disebabkan oleh faktor cuaca dimana pada jam-jam inilah biasanya kabut sudah mulai menghilang, cuaca cerah dengan intensitas tutupan awan kurang dari 5% dan skala hembusan angin berkisar antara 8-15 km/jam.

Sementara 4 besar kelompok raptor migran antara lain: Accipiter soloensis, Accipiter gularis, Pernis ptilorhynchus dan Falco peregrinus masih mendominasi arus migrasi pada minggu ini. Sedangkan tingginya jumlah raptor migran yang tidak teridentifikasi kebanyakan dikarenakan saat melintas raptor migran berada jauh dari pengamat. Biasanya elang-elang ini menggunakan jalur dari arah kanan Gunung Agung. Jalur ini sering kali digunakan raptor migran saat minimnya angin yang berhembus dari arah barat daya. Bila kondisi ini terjadi maka pengamat sering kali kesulitan untuk mengidentifikasi raptor yang melintas karena raptor migran ini akan berbelok menuju balik punggung bukit Bagas atau bukit Lempuyang (rincian tiga jalur besar lintasan raptor migran di Gunung Sega bisa ditemukan ditulisan berjudul “Lelaki itu bernama: DONO WALUYO” dan "Bali Raptor Watch 2010 Part1"

Jumlah terkecil raptor migran yang kami catat adalah tgl 22 Oktober 2010. Dimana kami hanya mendapati 190 raptor migran yang melintas. Semua ini adalah jenis Accipiter soloensis. Selama hari itu cuaca mendung berkabut dengan skala angin berkisar antara 0-3 km/jam. Sedangkan pencatatan dengan jumlah terbanyak terjadi pada tgl 21 Oktober 2010 yaitu sejumlah 2.587 raptor migran yang melintas di kawasan ini. Jumlah tersebut terdiri dari: 1.371 Accipiter soloensis, 148 Pernis ptilorhynchus, 1 Accipiter gularis, 1 Falco peregrinus dan 1.066 raptor migran yang tak teridentifikasi.

Bagaimana dengan pengamatan yang teman-teman lakukan? Apakah sama dengan kondisi yang terjadi di Gunung Sega, Karangasem-Bali? Besar harapan kami agar data-data ini bisa menjadi bahan perbandingan untuk membantu menerangkan secara lebih mendalam tentang fenomena raptor migran yang terjadi saat ini. Least but not last, untuk teman-temanku di seluruh penjuru planet ini, selamat melakukan pengamatan Raptor Migran. Semoga apa yang kalian lakukan bisa menjadikan wajah bumi ini berseri kembali… Amiin.



Salam Lestari,


No comments:

Post a Comment