Showing posts with label keanekaragaman jenis. Show all posts
Showing posts with label keanekaragaman jenis. Show all posts

Wednesday, June 6, 2012

Burung-burung Penghuni Pulau Serangan

Mumpung cerita tentang pulau Serangan masih panas. Ini saya coba bongkar-bongkar file-file lama yang ada, beberapa catatan yang terselamatkan dari komputer teman-teman Kokokan dan beberapa catatan pengamatan pribadi. Ternyata banyak juga, ada 118 jenis yang tercatat sejak pengamatan tahun 2008. Catatan burung ini bukan hanya pada jenis-jenis burung airnya namun juga burung yang terdapat diareal sekitar pulau. Hanya memang catatan-catatan ini tidak mendetail sampai dengan jenis-jenis migran maupun residen serta jumlah mendetail atau perbandingan pada saat musim migrasi atau tidak. Namun dari daftar ini nampak kalau pulau Serangan memiliki nilai penting dalam dunia hidupan liar terutama untuk jenis burung-burung air. Terlepas nantinya akan jadi apa pulau Serangan pada waktu mendatang, mudah-mudahan kehidupan liar, kehidupan manusianya serta semua mahluk yang ada tetap dalam kondisi yang harmonis.

Sunday, September 13, 2009

KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG AIR DI KAWASAN TAMAN HUTAN RAYA (TAHURA) NGURAH RAI, BALI

pengantar: oni purwoko basuki


Ini masih berkaitan dengan burung-burung air yang berada dikawasan selatan Kabupaten Badung, Bali. Tentang keanekaragaman jenis dan aktivitas dari burung air yang berada di Taman Hutan Raya Ngurah Rai,mencakup beberapa lokasi penelitian yaitu di pulau Serangan, Pelabuhan Benoa, Mangrove Information Centre, Estuary Dam, Kedonganan, dan BTDC Lagoon Nusa Dua. Skripsi dari Andrian Novel Aribianto, S.Si dalam menyelesaikan studi di jurusan Biologi Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana, Bali tahun 2004.

INTISARI
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis, kisaran jumlah populasi dan aktivitas burung air. Lokasi penelitian bertempat di kawasan Taman Hutan Raya (TAHURA) Ngurah Rai mulai tanggal 16 Maret sampai dengan 22 Juli 2004. Metode yang digunakan untuk mengetahui keanekaragaman jenis burung air adalah metode jelajah dan untuk mengetahui kisaran jumlah populasi burung air digunakan Metode IPA (Indices Ponctuelles d’ Abundance Counts) (Bibby et al., 1992: Alikodra, 1993). Sedangkan untuk mengetahui aktivitas yang dilakukan oleh burung air digunakan metode Ad Libitum (Altman, 1974).
Dari penelitian ini berhasil diidentifikasi 41 jenis burung air yang termasuk dalam 7 familia. Tujuh belas jenis burung air yang ditemukan merupakan burung air migran sedangkan 22 jenis merupakan burung yang dilindungi di Indonesia. Bahkan jenis burung gajahan timur (Numenius madagascariensis) telah mendapatkan status mendekati terancam punah (Near threatened) dari IUCN (International Union Conservation of Nature and Natural Resources) (Anonim, ?). Aktivitas yang dilakukan oleh burung air selama pengamatan adalah mencari makan (40 %), istirahat (27 %), terbang (18 %) dan bertengger (15 %).

Untuk hasil lengkapnya silahkan diambil disini, bentuk file pdf 19,369 KB saya pecah menjadi 4 bagian kecil (bab I, bab II, bab III, kesimpulan). Terimakasih untuk Andrian Novel atas ijinnya mengupload skripsinya dan berbagi ilmu keteman-teman semua....Thanks bro, moga bermanfaat bagi kita semua

Tuesday, August 4, 2009

KEANEKARAGAMAN BURUNGDI HUTAN LINDUNG TAMAN HUTAN RAYA RADEN SOERYO, PROPINSI JAWA TIMUR

oleh: oni purwoko basuki

Ini adalah skripsi saya tahun 2003 kemaren yang data-datanya diambil tahun 2002 di kawasan hutan lindung Tahura R Soeryo, Jawa Timur. Mungkin ini sudah terlalu lama dan datanya mungkin sudah banyak berubah dan tidak sesuai lagi dengan kondisi sekarang ini. Namun bisalah untuk dipakai bahan bacaan, daripada tidak bermanfaat dan hilang begitu saja.
Terima kasih untuk kawan-kawan lain yang mengijinkan kami untuk meng upload hasil skripsi, penelitian maupun coretan-coretan lainnya di blog ini, nanti secara bertahap akan saya upload satu persatu, Thanks bro..................smoga bermanfaat bagi kita semua.

INTISARI

Telah dilakukan penelitian mengenai keanekaragaman jenis burung di kawasan hutan lindung Taman Hutan Raya Raden Soeryo pada tanggal 20 Juli 2002 sampai dengan tanggal 31 Agustus 2002. Untuk memperoleh data keanekaragaman jenis burung digunakan metode penjelajahan dikombinasikan dengan metode kurva keanekaragaman jenis dari MacKinnon (1998).

Terdapat 50 jenis termasuk dalam 22 suku burung diketemukan di hutan lindung Taman Hutan Raya Raden Soeryo. Jenis burung yang banyak diketemukan adalah tipe burung pemakan serangga seperti burung Sikatan dan Mungguk Loreng. Diketemukan lima jenis burung yang merupakan endemik Jawa dan 14 jenis dilindungi oleh Peraturan Pemerintah no 7 tahun 1999.

Jenis tumbuhan yang ada merupakan campuran (heterogen) kecuali di Gunung Anjasmoro dan Gunung Biru. Jenis pohon yang banyak terdapat adalah Pasang (Quercus sundaica Bl.), Cemara Gunung (Casuarina junghuhniana Miq.), Sembung (Vernonia arborea Ham.), Tutup (Macaranga tanarius Muell.Arg.), Nangkan (Horsfieldia glabra Warr.), Anggrung (Trema orientale Bl.), Jambulir (Eugenia densiflora Duthie.) dan Jaranan (Crataeva nurvala Ham.). Interaksi antara burung dengan vegetasi yang ada adalah penyedia sumber makanan baik itu berupa buah maupun biji-bijian, tenggeran maupun pohon tempat tidur. Kondisi hutan di daerah hutan lindung sudah mulai mendapat ancaman yang serius, terutama akibat dari konversi lahan hutan menjadi lahan pertanian dan industri di sekitar Gunung Anjasmoro, pengambilan hasil hutan berupa kayu, rotan maupun perburuan satwa di daerah Lemah Bang oleh masyarakat sekitar.

(Untuk selengkapnya silahkan download disini)

Penelitian di Tahura R Soeryo, Jawa Timur ini berjalan bersamaan dengan explorasi pertama oleh Pro Fauna dan Pusat Penyelamatan Satwa Petungsewu, Malang yang sedang mencari lokasi untuk pelepasliaran untuk beberapa jenis satwa yang direhabilitasi disana.
Diawali dengan proses pembentukan tim explorasi dan pelatihan bertahap selama beberapa minggu yang dilakukan baik didalam ruangan maupun langsung praktek dilapangan. Pelatihan dalam ruangan mencakup materi-materi tentang penelitian dan data-data apa saja yang nantinya akan diambil dilakukan di PPS Petungsewu, sedangkan praktek lapangan dilakukan di kawasan Cangar, Batu Malang dengan pendampingan langsung oleh Iwan Kurniawan dan Asep R Purnama dari pps dan mbah Djumadi "Gareng" masyarakat lokal yang paham akan wilayah disekitar tahura. Materi lapangan berupa praktek membaca peta kompas, analisa vegetasi, pengenalan terhadap jenis satwa dan tumbuhan serta survival.



Kawan-kawan yang berada dalam satu tim eksplorasi adalah:
Sri Nugroho "Jawir", Yuni Haryati, Aris Hidayat, Eva Nurma, Henny Lita, Agung Nugroho, Tri Anton Wijanarko, pak Syamsul "Bogang" dan Triyatno.