Showing posts with label aktivitas. Show all posts
Showing posts with label aktivitas. Show all posts

Saturday, August 28, 2010

Distribusi dan Aktivitas Kakatua Kecil Jambul Kuning (Cacatua sulphurea citrinocristata Fraser, 1844) di TN Manupeu Tanadaru, Kab. Sumba-NTT

skripsi untuk memenuhi tugas akhir mencapai derajat Sarjana S-1
Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana, Bali 2006
oleh: Welhelmina Yuliana Galla, S.Si

INTISARI

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi dan aktivitas Kakatua kecil jambul kuning (Cacatua sulphurea citrinocristata) di Taman Nasional Manupeu Tanadaru, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini telah dilakukan di 4 desa yaitu Manurara, Waimanu, Umbu Langngang dan Kondamaloba dari tanggal 18 Mei sampai 20 Agustus 2005.

Untuk mengetahui lokasi distribusi Cacatua sulphurea citrinocristata digunakan metode wawancara semi terstruktur di setiap desa. Berdasarkan hasil wawancara dan survei lapangan kemudian dilakukan pengumpulan data. Pengumpulan data jumlah burung dilakukan dengan menggunakan metode titik hitung serta pengumpulan data aktivitas dan interaksi dilakukan dengan metode Ad Libitum Sampling. Data distribusi maupun data aktivitas Cacatua sulphurea citrinocristata dianalisa secara deskriptif.

Berdasarkan hasil penelitian, Cacatua sulphurea citrinocristata hanya dijumpai di desa Manurara (25 ekor), Waimanu (21 ekor) dan Umbu Langngang (11 ekor), sedangkan di Kondamaloba tidak dijumpai adanya burung ini. Aktivitas Cacatua sulphurea citrinocristata yang dapat teramati adalah aktivitas flying, perching, preening, agonistik, foraging dan reproduksi. Selain aktivitas-aktivitas tersebut ditemukan juga adanya interaksi interspesifik dan interaksi intraspesifik.


Kata kunci : Cacatua sulphurea citrinocristata, Distribusi, Aktivitas, Taman Nasional Manupeu Tanadaru



Download 29 Mb, .....thank ijin sharenya ya jeng Neni.....suksme so much...

Sunday, August 1, 2010

DISTRIBUSI DAN AKTIVITAS ELANG BRONTOK ANAK JENIS NUSA TENGGARA (Spizaetus cirrhatus floris Hartert, 1898) DI TAMAN NASIONAL GUNUNG RINJANI LOMBOK

skripsi untuk memenuhi tugas akhir mencapai derajat Sarjana S-1
Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana, Bali 2004
oleh: Ni Nyoman Sumarlita, S.Si

INTISARI

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi dan aktivitas Elang Brontok anak jenis Nusa Tenggara (Spizaetus cirrhatus floris Hartert 1898) di Taman Nasional Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 24 – 28 Januari 2003, 24 – 28 Juni 2003 dan tanggal 17 – 29 Oktober 2003. Materi yang diamati adalah Elang Brontok anak jenis Nusa Tenggara di Taman Nasional Gunung Rinjani. Metode yang digunakan untuk mengetahui distribusi adalah metode survey lapangan, pengamatan langsung dan wawancara semi terstruktur. Sedangkan untuk mengetahui aktivitas dengan menggunakan metode Ad Libitum Sampling dan Scan Sampling.

Hasil penelitian menunjukkan penyebaran Elang Brontok anak jenis Nusa Tenggara di Taman Nasional Gunung Rinjani terdapat pada 4 lokasi yaitu Desa Senaru, Bukit Pusuk Sembalun, Desa Sapit dan Desa Kembang Kuning. Elang Brontok anak jenis Nusa Tenggara juga ditemukan di kawasan Hutan Lindung yaitu di Desa Sesaot dan Desa Pusuk Batu Layar. Perjumpaan dengan Elang Brontok anak jenis Nusa Tenggara paling banyak ditemukan di kawasan hutan sekunder dengan tutupan hutan 51 – 75% dan hutan terfragmen dengan tutupan hutan 26 – 50%. Elang Brontok anak jenis Nusa Tenggara juga dijumpai di kawasan perkebunan dan kawasan hutan primer. Elang Brontok anak jenis Nusa Tenggara tidak dijumpai di hutan savana. Aktivitas yang dijumpai yaitu soaring, display atau undulating, melayang (gliding), terbang berpasangan dan bertengger (perching). Selama penelitian ditemukan jenis lain yaitu Elang Bondol (Haliastur indus), Elang Bonelli (Hieriaaetus fasciatus), Elang Perut Karat (Hieriaaetus kienerii), Elang Ular Jari Pendek (Circaetus gallicus), Alap-alap Sapi (Falco moluccensis), Alap-alap Kawah (Falco peregrinus), Alap-alap Cina (Accipiter soloensis), Alap-alap (Accipiter spp.), Sikep Madu Asia (Pernis ptilorhynchus) dan Elang Buteo (Buteo buteo).

Kata kunci: penyebaran, soaring, display atau undulating, gliding, terbang berpasangan dan perching


download (pdf 1,84 Mb)
............matursuksma untuk ibunya gek Ani, atas ijin berbaginya...........

Sebagai catatan bahwa, Elang Brontok anak jenis Nusa Tenggara (Spizaetus cirrhatus floris Hartert, 1898) pada tahun 2004 diusulkan untuk menjadi jenis tersendiri yaitu Spizaetus floris atau Elang Flores/Flores Hawk-eagle. "Monggo" silahkan disimak dipaper ini, The Taxonomic Status of Flores Hawk Eagle Spizaetus floris dari majalah Forktail (sumber paper : http://www.orientalbirdclub.org).

Link ini juga bisa dijadikan bahan untuk kawan-kawan yang pingin tahu mengenai elang, terutama keluarga Brontok. Dari e-Magazine kawan-kawan Jogja: Raptorian.
Matursuwun mas Okie, mas Gunawan n mas Asman..........kita semua nunggu serial lanjutnya.......



Friday, July 9, 2010

Identifikasi, Distribusi dan Aktivitas Burung Pemangsa di Taman Wisata Alam Buyan-Tamblingan

skripsi untuk memenuhi tugas akhir mencapai derajat Sarjana S-1
Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana, Bali 2006
oleh: Andry Khusnul Ichsan, S.Si


INTISARI

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis – jenis, distribusi dan aktivitas burung pemangsa di TWA Buyan – Tamblingan. Penelitian ini berlangsung selama 3 bulan, yaitu dari tanggal 4 Juni 2006 sampai dengan 21 Agustus 2006.

Terdapat 4 titik pengamatan dalam penelitian ini, yaitu Puncak Bagus, Danau Buyan, Danau Tamblingan dan Puncak Mangu yang dapat memantau 4 tipe habitat sekaligus yang menjadi fokus utama dalam penelitian ini, yaitu tipe habitat hutan primer, danau, pertanian penduduk dan pemukiman penduduk. Pengumpulan data identifikasi burung pemangsa melalui pengamatan langsung, pengumpulan data distribusi burung pemangsa dilakukan dengan metode pencatatan tingkat pertemuan (Encounter Rate) serta pengumpulan data aktivitas burung pemangsa digunakan metode Ad Libitum Sampling. Data identifikasi, distribusi maupun data aktivitas burung pemangsa dianalisis secara deskriptif.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 11 jenis burung pemangsa. Elang Ular Bido (Spilornis cheela), Elang Brontok fase gelap (Spizaetus cirrhatus), Elang Brontok fase terang (Spizaetus cirrhatus), Elang Laut Perut Putih (Haliaeetus leucogaster), Elang Bondol (Haliastur indus), Elang Perut Karat (Hieraaetus kienerii), Elang alap Cina (Accipiter soloensis), Sikep Madu Asia (Pernis ptilorhynchus), Elang Hitam (Ictinaetus malayensis), Alap-alap Kawah (Falco peregrinus) dan burung pemangsa yang tidak dapat diidentifikasi selama pengamatan. Elang Ular Bido (Spilornis cheela), Elang Brontok fase gelap (Spizaetus cirrhatus), Elang Brontok fase terang (Spizaetus cirrhatus) dan Elang Laut Perut Putih (Haliaeetus leucogaster) merupakan jenis - jenis burung pemangsa yang selalu dijumpai di 4 tipe habitat dan di 4 titik pengamatan. Empat jenis burung pemangsa tersebut memiliki nilai kelimpahan distribusi yang tinggi. Aktivitas burung pemangsa yang teramati adalah terbang (soaring, flapping, diving, gliding, hunting, flying with carrying prey) dan aktivitas bertengger (bertengger dengan mengawasi daerah sekitar dan bertengger disertai vokalisasi).


Kata kunci : Burung pemangsa, Identifikasi, Distribusi, Aktivitas, Taman Wisata Alam Buyan - Tamblingan



dawn load (pdf 1,40 Mb)

............thanks to Andry untuk ijin sharenya......